Catatan by: Han Burung

Siapa yang akan kau telepon, apa yang ingin kau katakan, dan mengapa kau menunggu…?
…………..

Ada kutipan dari seorang penulis yang membuat saya cukup berpikir untuk sesaat
Beliau adalah Stephen Levine, ia berkata “Jika kau hanya hidup satu jam lagi, dan kau hanya bisa menelpon satu kali, siapa yang akan kau telepon, apa yang akan kau katakan……dan mengapa kau menunggu…?”
View more[>>]

Fiuhh…membuat saya mempertanyakan, mempertimbangkan, membayangkan, dan memperkirakan…..kira-kira siapa ya yang akan saya telepon? Dan apa yang ingin saya katakan…? Lalu kenapa saya menunggu….?

Yang pasti bukan orang tua saya.....kenapa?
Karena jika saya tahu bahwa hidup saya tinggal 1 jam lagi.....pasti akan saya habiskan bersama mereka

Saudara-saudara, kakak atau adik sepupu...oh ndak...?!
Karena pasti mereka akan khawatir dengan keadaan saya

Dan yang pasti bukan juga orang-orang yang berhutang kepada saya, atau orang-orang yang pernah menyakiti saya
Tidak....
Jika waktu saya tinggal 1 jam dan saya hanya bisa menelpon satu kali
Maka yang akan aku telepon adalah sahabat ku

Ada banyak cara yang menggambarkan hal terbaik tentang persahabatan kami
Sebagian besar adalah unsur tawa nya....ada banyak sekali tawa di dalamnya
Ketika kami bersama, kehidupan sering terlihat begitu lucu.
Saya tidak tahu apakah dia sedang menertawakan saya atau tertawa bersama saya
Tapi bagaimana pun, ia membantu saya untuk tidak menyikapi diri sendiri, atau kehidupan dengan terlalu serius.

Saya begitu nyaman bercerita tentang apa pun kepada dia
Entah itu sebuah berita yang bahagia atau berita tentang kesedihan
Bahkan kebingungan, penasaran, rasa sakit hati, rasa dendam, dan sebagainya

Saya nyaman menjadi diri saya sendiri ketika berbicara dengannya
Apakah saya sedang marah, menagis, bahkan tertawa terbahak-bahak

Mungkin jika waktu hidup saya tinggal 1 jam....dan saya menelepon dia
Yang ingin saya katakan hanya lah sebuah ucapan ”Terima Kasih” atas semuanya
Terima kasih atas persahabatannya
Terima kasih telah membuka semua pintunya untuk saya
Terima kasih telah menemani saya saat saya menangis
Terima kasih telah bergembira atas kebahagiaan saya
Terima kasih atas dukungannya
Terima kasih atas pertolongannya
Terima kasih atas karena sudah menjadi sahabat yang hebat bagi saya
Dan saya selalu menyayanginya selalu (Loving u as always)

Lalu kenapa saya menunggu....?!
^^
(maksud pertanyaan itu adalah.....mengapa saya menunggu untuk tidak mengatakan hal tersebut kepada dia...)
Hehehe.....ya sudah saya katakan disini sekalian kan....!?

Friend.....I’m loving u as always....Thanks for Everything...^^
Ah….saya tahu pasti beliau akan membaca catatan saya ko…^^;

Tangerang, 29 Januari 2010, Pkl 22:13 Wib

Ditulis untuk seorang sahabat yang begitu istimewa
Bingkisan Cinta bagi Orang Tersayang
Terinspirasi dari Buku “An Hour To Live An Hour To Love”