KabarIndonesia - Dunia berkembang dan berubah dengan sangat cepat, dan perubahan yang terjadi itu ikut mewarnai kehidupan bangsa khususnya di Papua secara fundamental. Ada beberapa penulis buku yang melalui konsep-konsepnya telah berhasil memotret realitas zaman yang sedang kita jalani ini. Di antaranya adalah Rowan Gibson yang menyatakan bahwa The road stop here. Masa di depan kita nanti akan sangat lain dari masa lalu, dan karenanya diperlukan pemahaman yang tepat tentang masa depan itu.
View more[>>]

Dengan tantangan yang berbeda diperlukan bentuk organisasi yang berbeda, dengan ciri efisiensi yang tinggi. Dengan berbagai perubahan yang terjadi, setiap organisasi perlu merumuskan dengan tepat arah yang ingin dituju. Peter Senge mengemukakan bahwa ke depan terjadi perubahan dari detail complexity menjadi dynamic complexity yang membuat interpolasi menjadi sulit. Perubahan-perubahan terjadi sangat mendadak dan tidak menentu.

Rossabeth Moss Kanter juga menyatakan bahwa masa depan akan didominasi oleh nilai-nilai dan pemikiran cosmopolitan, dan karenanya setiap pelakunya, termasuk pelaku bisnis dan politik dituntut memiliki 4 C, yaitu concept, competence, connection, dan confidence.

Peran Ideologi Habelino
Sejak berakhirnya perang dingin yang kental diwarnai persaingan ideologi antara blok Barat yang memromosikan liberalisme-kapitalisme dan blok Timur yang mempromosikan komunisme-sosialisme, tata pergaulan dunia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Beberapa kalangan mengatakan bahwa setelah berakhirnya perang dingin yang ditandai dengan bubarnya negara Uni Soviet dan runtuhnya tembok Berlin-di akhir dekade 1980-an- dunia ini mengakhiri periode bipolar dan memasuki periode multipolar. Periode multipolar yang dimulai awal 1990-an yang kita alami selama sekitar satu dekade, juga pada akhirnya disinyalir banyak pihak terutama para pengamat politik internasional, telah berakhir setelah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden George Bush memromosikan doktrin unilateralisme dalam menangani masalah internasional sebagai wujud dari konsepsi dunia unipolar yang ada di bawah pengaruhnya.

Dapat disimpulkan bahwa era persaingan ideologis dalam dimensi global telah berakhir. Saat ini kita belum dapat membayangkan bahwa dalam waktu dekat akan muncul kembali persaingan ideologis yang keras yang meliputi seluruh wilayah dunia ini. Dunia sekarang ini cenderung masuk kembali ke arah persaingan antarbangsa dan negara, yang dimensi utamanya terletak pada bidang ekonomi karena setiap negara sedang berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga bangsanya.

Dalam era yang seperti ini, kedudukan ideologi akan berperan dalam mengembangkan kemampuan bersaing para penganutnya. Habelino sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh kader Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia GMPI untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang: * H = Hope * (Tak pernah meragukan kekuatan sebuah harapan). * A = Accept * (Menerima dirinya sebagaimana adanya). * B = Believe * (Percaya terhadap kemampuan Diri sendiri untuk meraih apa yang diinginkan dalam hidup). * E = Earn * (Terimalah penghargaan yang diberikan orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik). * L = Learn * (Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya). * I = Ignore * (Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan mencapai tujuan). * N = Never * (Tidak pernah berhenti mencoba). * O = Observe * (Suka mengamati segala hal di sekitar (Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain).

Habelino adalah ideologi bersama karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun seluruh masyarakat. Habelino yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya khususnya di Papua. Dengan ideologi Habelino yang mantap seluruh dinamika sosial, budaya, dan politik dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi pertumbuhan kesejahteraan bangsa. Habelino sebagaimana ideologi manapun di dunia ini, adalah kerangka berfikir yang senantiasa memerlukan penyempurnaan. Karena tidak ada satu pun ideologi yang disusun dengan begitu sempurnanya sehingga cukup lengkap dan bersifat abadi untuk semua zaman, kondisi, dan situasi.

Setiap ideologi memerlukan hadirnya proses dialektika agar ia dapat mengembangkan dirinya dan tetap adaptif dengan perkembangan yang terjadi. Dalam hal ini, setiap manusia Papua berhak ikut dalam proses merevitalisasi ideologi Habelino dalam kehidupan. Oleh karenanya, prestasi kita akan menentukan posisi Habelino di tengah percaturan ideologi dunia saat ini dan di masa mendatang.